Petani bekerja di sawah terasering

Setiap lot terlacak sampai kebun petaninya.

Kami menyiapkan data yang diminta pembeli Eropa, PROPER, dan bank di setiap fase kebun, petani pemasok, dan pabrik, lalu menyatukannya di Ailesh+.

Pembeli Eropa kini menagih data dari kebun petani.

Geolokasi plot, catatan pupuk, dan meter air limbah pabrik dipakai ulang oleh EUDR, PROPER, dan laporan emisi. Kumpulkan sekali dengan benar, dan setiap kewajiban berikutnya memakai data yang sama.

Risiko

Mulai 30 Desember 2026, kopi, kakao, dan karet hanya bisa masuk Uni Eropa bila setiap plot asalnya terbukti bebas deforestasi sejak akhir 2020. Pembeli juga mulai memeriksa pekerja anak dan kerja paksa di desa pemasok.

1,27 juta anak di Indonesia tercatat bekerja pada 2024, naik dari tahun sebelumnya.

Berdasarkan BPS, 2025

Peluang

Kulit kakao, pulp kopi, blotong, dan serum lateks bisa diolah menjadi kompos, biochar, atau biogas yang menurunkan emisi. Peremajaan kebun juga membuka ruang besar untuk menaikkan hasil petani.

700–800 kg kakao per hektare di Indonesia, sekitar separuh hasil negara produsen lain.

Berdasarkan Kementan melalui Antara, 2026

Prioritas

Petakan geolokasi setiap plot petani, pasang meter di IPAL dan boiler sebelum giling, lalu catat pupuk dan pendapatan petani sejak musim pertama. Data itu mengisi DDS, dokumen PROPER, dan laporan emisi sekaligus.

  • EUDR

    berlaku 30 Des 2026 untuk perusahaan besar dan menengah, 30 Jun 2027 untuk mikro dan kecil

    Kopi, kakao, dan karet beserta turunannya wajib bebas deforestasi sejak 31 Des 2020, dengan geolokasi setiap plot. Kopi instan menyusul mulai 30 Des 2027.

    Berdasarkan Komisi Eropa, 2026; Rödl & Partner, 2026

  • PROPER (Permen LH/BPLH 7/2025)

    siklus tahunan

    Pabrik gula, karet remah, dan pengolahan hasil kebun yang mengekspor atau berdampak besar bisa ditetapkan sebagai peserta.

    Berdasarkan JDIH BPK

  • Nilai ekonomi karbon (Perpres 110/2025)

    berlaku sejak 10 Okt 2025

    Pertanian termasuk sektor yang diatur, dan aksi mitigasi yang terverifikasi bisa dicatat sebagai unit karbon di SRUK.

    Berdasarkan JDIH BPK

Dari evaluasi pemasok sampai peremajaan, satu rangkaian data.

Data yang diminta importir dan regulator harus terkumpul dari ribuan petani sebelum pengiriman pertama. Pilih fase Anda untuk melihat apa yang harus siap.

Fase 1: Kenali setiap plot pemasok sebelum kontrak ditandatangani.

Sebagian besar kopi, kakao, dan karet datang dari kebun rakyat yang kecil, sehingga legalitas pasokan Anda bergantung pada data petani. Plot yang dibuka setelah 2020 atau berada di kawasan hutan tanpa izin berisiko ditolak pasar Eropa.

Yang harus siap

    • 1.1 Status kawasan hutan

      Cocokkan peta kebun inti dan desa pemasok dengan kawasan hutan, karena perkebunan di dalamnya kini sedang ditertibkan.

      Berdasarkan Perpres 5/2025

    • 1.2 Tutupan hutan per 31 Desember 2020

      Analisis citra untuk kebun inti dan seluruh area sumber, lalu tandai plot berisiko sebelum masuk daftar pemasok.

    • 1.3 Petani, tenurial, dan FPIC

      Petakan kelompok tani, hak tenurial, dan lahan adat, lalu jalankan FPIC sebelum kebun inti diperluas.

Fase 2: Air limbah per ton ditentukan di gambar desain.

Baku mutu pabrik karet remah dan gula dihitung per ton, sehingga desain air menentukan ketaatan seumur pabrik. Registri plot yang dirancang bersamaan dipakai lagi oleh importir dan bank.

Yang harus siap

    • 2.1 Persetujuan Lingkungan dan Persetujuan Teknis

      Satu kajian mencakup kebun inti, unit pascapanen, dan pabrik, diproses bersama baku mutu air limbahnya.

      debit paling banyak 40 m³ per ton produk karet

      Berdasarkan Permen LH 5/2014

    • 2.2 Boiler ampas dan air kondensor

      Tetapkan kapasitas turbin, sisa ampas, dan sirkuit daur ulang air kondensor pabrik gula sejak desain.

    • 2.3 Registri plot dan kode petani

      Rancang registri dengan titik koordinat setiap plot, poligon untuk plot di atas 4 ha, kode petani, dan templat DDS.

      Berdasarkan Regulasi (EU) 2023/1115

Fase 3: Unit pascapanen petani dibangun bersama pabrik.

Mutu biji dan ketertelusuran lot ditentukan di unit fermentasi dan gudang desa. Bila dibangun bersamaan, lot pertama yang masuk pabrik sudah membawa kode petani dan plot.

Yang harus siap

    • 3.1 Buka lahan tanpa bakar

      Perluasan kebun inti dan areal tebu dibuka tanpa api, dengan debu, erosi, dan mutu sungai hilir dipantau tiap semester.

    • 3.2 Unit fermentasi, pengeringan, dan gudang desa

      Catat setiap batch per kelompok tani dan plot, dan alirkan air limbah pulping kopi ke kolam pengolahan.

    • 3.3 Tenaga kerja lokal dan pengaduan

      Catat porsi pekerja lokal, kontrak kontraktor, dan saluran pengaduan sejak konstruksi; keresahan warga kini bisa memicu pengawasan langsung dari pusat.

      Berdasarkan Permen LH/BPLH 6/2026

Fase 4: Musim giling dan musim beli pertama menjadi tahun dasar.

Energi per ton tebu, air per ton karet, dan emisi pupuk per ton biji di tahun berikutnya dibandingkan dengan musim ini. Pada musim yang sama, registri plot diuji bersama importir sebelum EUDR berlaku.

Yang harus siap

    • 4.1 Meter di titik penaatan dan SLO

      Pasang flow meter di outlet IPAL serta meter uap boiler dan listrik dryer, lalu ajukan SLO setelah uji coba.

    • 4.2 Inventarisasi GRK tahun dasar

      Hitung Scope 1 dari boiler, pupuk, dan ternak, serta Scope 3 dari petani pemasok dan angkutan bahan baku.

    • 4.3 Uji coba DDS dengan importir

      Verifikasi geolokasi petani di lapangan, lalu uji coba DDS bersama importir sebelum 30 Desember 2026.

Fase 5: Rendemen dan residu menentukan peringkat dan biaya.

Pabrik gula yang menaikkan rendemen memakai lebih sedikit energi dan air per ton gula. Residu yang diolah menjadi kompos, biochar, atau biogas menurunkan emisi dan mengisi bukti PROPER.

5–6% vs 8–10% rendemen pabrik gula pemerintah dibanding target Jawa.

Berdasarkan APTRI melalui Antara, 2026

Yang harus siap

    • 5.1 Dari Hijau menuju Emas

      Bangun bukti LCA, efisiensi energi dan air, 3R residu, KEHATI kebun agroforestri, dan SROI program petani.

    • 5.2 Residu menjadi kompos, biochar, atau biogas

      Olah blotong, kulit kakao, pulp kopi, dan serum lateks, lalu catat volumenya sebagai aksi mitigasi.

      Berdasarkan Perpres 110/2025

    • 5.3 DDS dan uji tuntas tenaga kerja

      Siapkan DDS untuk setiap pengiriman ke Eropa, dan pantau pekerja anak serta kerja paksa di desa pemasok. Larangan produk kerja paksa di pasar Uni Eropa berlaku 14 Desember 2027.

      Berdasarkan Regulasi (EU) 2024/3015

Fase 6: Kebun baru harus lolos uji yang sama dengan kebun pertama.

Program nasional meremajakan kakao dan membongkar ratoon tebu, sementara pabrik menambah kapasitas atau cogeneration. Setiap blok baru dan setiap retrofit mengubah data plot atau angka yang sudah diizinkan.

Yang harus siap

    • 6.1 Peremajaan kakao dan bongkar ratoon

      Catat bibit, varietas, dan umur tanam per plot agar registri EUDR dan perhitungan emisi tetap mutakhir.

      target peremajaan kakao 102.488 ha pada 2026

      Berdasarkan Kementan melalui Antara, 2026

    • 6.2 Areal baru dan masyarakat adat

      Areal tebu baru untuk swasembada gula memerlukan kajian kawasan hutan, gambut, dan FPIC sebelum lahan dibuka.

      Berdasarkan Perpres 40/2023

    • 6.3 Perubahan izin sebelum retrofit

      Sesuaikan izin sebelum cogeneration, dryer baru, atau kapasitas giling tambahan beroperasi; perubahan tanpa penyesuaian izin kini bisa didenda.

      Berdasarkan Permen LH/BPLH 6/2026

Titik-titik yang menentukan nilai panen dan pabrik Anda.

Kewajiban di sektor ini tersebar dari kebun petani sampai gudang ekspor, dan setiap unit punya datanya sendiri. Buka satu per satu.

Kebun inti dan kebun rakyat

Kopi, kakao, karet, dan tebu tumbuh di kebun inti dan ribuan kebun rakyat, yang memasok sebagian besar bahan baku.

  • KEHATI
  • Masyarakat
  • Emisi

Yang bisa Anda kelola

  • Titik koordinat setiap plot, poligon di atas 4 ha
  • Bukti legalitas lahan di luar kawasan hutan
  • Kode petani yang terhubung ke setiap setoran

700–800 kg vs 1,5 ton kakao per ha: Indonesia vs produsen lain

Sumber: Kementan via Antara, 2026

Desa petani dan pekerja musiman

Rumah tangga petani memasok hasil kebun, sementara penebang tebu dan pemetik kopi musiman tinggal di pondokan dekat kebun.

  • Masyarakat
  • K3
  • Air

Yang bisa Anda kelola

  • Pantau dan remediasi pekerja anak di desa pemasok
  • Catat cara rekrut, uang muka, dan potongan upah
  • Ukur hasil program petani dengan SROI

Karet Indonesia masuk daftar barang dengan pekerja anak

Sumber: US DOL, 2024

Pupuk dan agrokimia

Pupuk N-P-K dan pestisida diaplikasikan di kebun, dan sisanya disimpan di gudang agrokimia.

  • Emisi
  • Limbah
  • K3

Yang bisa Anda kelola

  • Catat dosis pupuk per plot untuk emisi N2O
  • Simpan kemasan pestisida bekas sebagai limbah B3
  • Ganti sebagian pupuk kimia dengan kompos atau biochar

Emisi lahan ≥20% dari total mewajibkan target FLAG SBTi

Sumber: SBTi, 2026

Air dan irigasi

Air diambil dari sungai atau sumur untuk irigasi tebu dan proses pabrik, sering dari sumber yang juga dipakai desa.

  • Air
  • Masyarakat

Yang bisa Anda kelola

  • Susun neraca air DAS sebelum desain
  • Pantau sumur desa terdekat
  • Catat konflik air dalam saluran pengaduan

50 liter per detik air tanah: ambang wajib AMDAL

Sumber: Permen LHK 4/2021

Fermentasi dan pengeringan biji

Kopi dan kakao dikupas, difermentasi, dikeringkan dengan surya atau biomassa, lalu disortasi menurut mutu.

  • Air
  • Limbah
  • Energi

Yang bisa Anda kelola

  • Olah air limbah pulping kopi di kolam
  • Ubah pulp dan kulit buah menjadi kompos
  • Beri kode kelompok tani dan plot pada setiap batch

51% utilisasi industri pengolahan kopi dari kapasitas 1,81 juta ton

Sumber: Kemenperin via Antara, 2026

Pengumpulan dan angkutan bahan baku

Bokar, kopi, dan kakao dikumpulkan pedagang dan gudang desa, sementara tebu diangkut truk ke pabrik sepanjang musim giling.

  • Emisi
  • K3
  • Masyarakat

Yang bisa Anda kelola

  • Daftarkan pedagang beserta petani dan plotnya
  • Catat asal setiap truk di timbangan
  • Atur jadwal tebang-angkut agar jalan desa lancar

Pabrik karet remah

Bokar dicuci, digiling, dikeringkan pada 100–130 °C, lalu dipres menjadi bale SIR.

  • Air
  • Emisi
  • Energi
  • Masyarakat

Yang bisa Anda kelola

  • Jaga efluen sesuai baku mutu karet kering
  • Kendalikan bau amonia dari tumpukan bokar
  • Catat bahan bakar dryer per ton bale

40 m³ debit maksimal air limbah per ton produk karet

Sumber: Permen LH 5/2014

Pabrik gula

Tebu digiling menjadi nira, diuapkan, dan dikristalkan, sementara ampas menjadi bahan bakar boiler.

  • Energi
  • Air
  • Emisi
  • Limbah

Yang bisa Anda kelola

  • Daur ulang air kondensor
  • Uji emisi cerobong boiler ampas secara berkala
  • Olah tetes menjadi bioetanol, blotong menjadi kompos

5–6% vs 8–10% rendemen PG pemerintah dibanding target Jawa

Sumber: APTRI via Antara, 2026

Kompos, biochar, dan biogas

Kulit kakao, pulp kopi, blotong, serum lateks, dan kotoran ternak dikomposkan, dikarbonisasi, atau difermentasi menjadi biogas.

  • Limbah
  • Emisi
  • Energi

Yang bisa Anda kelola

  • Inventarisasi residu per sumber setiap bulan
  • Catat volume dan pemakaian biochar serta biogas
  • Daftarkan hasilnya sebagai aksi mitigasi

Gudang, grading, dan ekspor

Hasil petani diterima, digrading, dicampur per lot, lalu dikapalkan ke Eropa, Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok.

  • Emisi
  • Masyarakat

Yang bisa Anda kelola

  • Hubungkan setiap lot dengan kode petani dan plot
  • Siapkan DDS untuk setiap pengiriman ke Eropa
  • Hitung emisi truk dan kapal per ton-km

USD 3,50 miliar ekspor kakao dan olahannya pada 2025, tertinggi sepanjang sejarah

Sumber: Kemendag via Antara, 2026

1 / 10

Ilustrasi fasilitas tipikal; bukan gambar lokasi tertentu.

Data kebun dan pabrik dalam satu sumber.

Tanpa satu sumber data, catatan petani, data pabrik, dan laporan emisi disusun terpisah, dan angkanya sering tidak cocok saat diperiksa. Ailesh+ menyatukannya: meter IPAL dan boiler lewat IoT, energi di Energy+, emisi dan data pemasok di Carbon+, residu dan air di Waste+, serta program petani di Social+. PROPER+ dan ESG+ lalu menyusun laporan PROPER dan PSPK dari sumber yang sama.

Di fase mana rantai pasok Anda sekarang?

Ceritakan fasenya. Kami petakan data dan dokumen yang harus siap, dari kebun petani sampai pabrik.