Gedung fasilitas dengan fasad terang

Bersih dari cleanroom sampai titik buang.

Kami menyiapkan data energi HVAC, limbah B3, dan residu efluen yang diminta PROPER, ESDM, dan auditor pembeli di setiap fase pabrik, lalu menyatukannya di Ailesh+.

Satu set data menjawab PROPER, ESDM, dan pembeli.

Sub-meter AHU, neraca limbah B3, dan hasil uji efluen dipakai ulang oleh setiap kewajiban. Bila disiapkan sejak desain, data itu memangkas biaya energi sekaligus mempermudah audit.

Risiko

Pedoman WHO menjadikan residu antibiotik di efluen sebagai acuan bagi regulator dan pembeli obat, padahal baku mutu nasional belum mengaturnya per zat. Di dalam negeri, peserta PROPER yang terkena sanksi administratif langsung mendapat peringkat Merah.

0,05 µg/L target default konsentrasi antibiotik di efluen pabrik.

Berdasarkan AMR Industry Alliance, 2022

Peluang

HVAC cleanroom adalah pemakai energi terbesar di pabrik farmasi. Menurunkan pasokan udara di luar jam produksi bisa memangkas tagihan, selama setiap perubahan divalidasi sesuai CPOB.

±65% energi fasilitas farmasi dipakai HVAC.

Berdasarkan LBNL/ENERGY STAR, 2008

Prioritas

Pasang sub-meter per AHU dan chiller, tetapkan baseline residu efluen per lini, dan rapikan neraca limbah B3. Data itu mengisi PROPER, laporan manajemen energi, dan audit pembeli sekaligus.

  • PROPER (Permen LH/BPLH 7/2025)

    siklus tahunan

    Peringkat Hijau menuntut sistem manajemen lingkungan, LCA, serta efisiensi energi dan air.

    Berdasarkan JDIH BPK; KLH/BPLH, 2025

  • Manajemen energi (PP 33/2023 dan Permen ESDM 8/2025)

    Permen ESDM berlaku sejak 13 Mar 2025

    Pabrik yang memakai 4.000 TOE per tahun atau lebih wajib menjalankan sistem manajemen energi, menunjuk manajer energi, dan melapor ke ESDM.

    Berdasarkan JDIH BPK; pasal.id

  • Limbah B3 (PP 22/2021 dan Permen LHK 6/2021)

    berlaku sejak 1 Apr 2021

    Limbah B3 dengan timbulan 50 kg per hari atau lebih disimpan paling lama 90 hari sebelum diserahkan ke pihak berizin.

    Berdasarkan JDIH BPK; pasal.id

Tagihan HVAC sudah ditentukan sejak zonasi digambar.

Kelas kebersihan, pertukaran udara, dan desain IPAL mengunci biaya energi dan risiko efluen selama umur pabrik. Pilih fase Anda untuk melihat apa yang harus siap.

Fase 1: Air baku dan sungai penerima dipilih bersama tapak.

Pabrik farmasi bergantung pada air baku yang stabil, listrik yang tidak boleh padam, dan sungai yang menerima efluennya. Angka yang direkam sebelum pabrik berdiri menjadi pembanding untuk PROPER dan audit pembeli.

Yang harus siap

    • 1.1 Air baku untuk purified water

      Petakan sumber, kualitas, dan izin pengusahaan air sebelum sistem RO dan distilasi dirancang.

      Berdasarkan PP 30/2024 dan Permen PUPR 2/2024

    • 1.2 Rona awal sungai penerima

      Ukur residu zat aktif di hulu dan hilir calon titik buang agar kontribusi pabrik bisa dibedakan nanti.

      Berdasarkan WHO, 2024

    • 1.3 Penapisan dokumen lingkungan

      Pastikan KKPR dan jenis dokumen hasil penapisan Amdalnet, karena pabrik API dengan pelarut dalam jumlah besar umumnya memerlukan AMDAL.

      Berdasarkan PP 28/2025

Fase 2: Zonasi CPOB dan tagihan energi digambar bersamaan.

Kelas kebersihan, laju pertukaran udara, dan tekanan diferensial menentukan beban HVAC selama umur pabrik. Dokumen lingkungan, Persetujuan Teknis, dan desain IPAL juga diproses di fase yang sama.

Yang harus siap

    • 2.1 HVAC hemat sejak gambar

      Rancang VAV, setback di luar jam produksi, dan pemulihan panas bersamaan dengan zonasi cleanroom.

      energi HVAC turun 30–50% setelah beralih ke VAV di satu fasilitas riset

      Berdasarkan LBNL/ENERGY STAR, 2008

    • 2.2 IPAL dengan tahap lanjutan

      Pengolahan biologis saja belum cukup menahan residu antibiotik, jadi siapkan ozon, karbon aktif, atau membran sejak desain.

    • 2.3 TPS B3 per jenis limbah

      Rancang penyimpanan terpisah untuk produk kedaluwarsa, pelarut laboratorium, dan limbah sitotoksik, lalu muat rinciannya di Persetujuan Lingkungan.

      Berdasarkan Permen LHK 6/2021

Fase 3: Meter dipasang selagi duct masih terbuka.

Sub-meter per AHU, chiller, dan sistem purified water paling murah dipasang saat instalasi. Kualifikasi IQ, OQ, dan PQ yang sedang berjalan bisa sekaligus merekam baseline energi tiap ruang.

Yang harus siap

    • 3.1 Sub-meter per utilitas

      Pasang meter listrik per AHU, chiller, kompresor, dan sistem purified water sebelum plafon ditutup.

      pemantauan dan kendali energi menghemat sekitar 5% atau lebih

      Berdasarkan LBNL/ENERGY STAR, 2008

    • 3.2 Baseline saat kualifikasi

      Saat laju pertukaran udara dan tekanan diferensial diuji, catat juga konsumsi listrik AHU sebagai pembanding nanti.

    • 3.3 Uji coba IPAL

      Jalankan IPAL dengan beban yang meniru residu zat aktif sebelum batch pertama, dalam masa uji coba yang ditetapkan Pertek.

      Berdasarkan Permen LHK 5/2021

Fase 4: Tahun pertama menjadi pembanding setiap laporan.

Intensitas energi per batch, residu di efluen, dan emisi tahun dasar ditetapkan di sini. Meter yang merekam sejak batch pertama membuat angka itu bisa diaudit regulator dan pembeli.

Yang harus siap

    • 4.1 SLO air limbah dan emisi

      Ajukan SLO setelah uji coba IPAL dan boiler, karena membuang air limbah tanpa SLO dilarang setelah masa uji coba habis.

      Berdasarkan Permen LHK 5/2021

    • 4.2 Baseline energi dan GRK

      Tetapkan indikator energi per AHU dan chiller, lalu hitung Scope 1 dari boiler, genset, dan refrigeran serta Scope 3 dari API impor.

      Berdasarkan Permen ESDM 8/2025 dan Perpres 110/2025

    • 4.3 Masuk PROPER dan audit pembeli

      Siapkan laporan RKL-RPL semester pertama, neraca limbah B3, dan bukti untuk audit PSCI dari pembeli multinasional.

Fase 5: Bukti efisiensi memisahkan Hijau dari Biru.

PROPER Hijau dan Emas menilai bukti efisiensi energi, air, dan limbah, sementara angka yang sama memangkas biaya HVAC. Investor dan pembeli membaca data itu untuk laporan PSPK dan tender.

2 dari 39 peraih Emas PROPER 2024–2025 berasal dari industri farmasi.

Berdasarkan KLH/BPLH melalui Katadata, 2026

Yang harus siap

    • 5.1 Recommissioning HVAC

      Periksa setback, laju pertukaran udara, dan kebocoran duct, lalu jalankan rekomendasi audit energi sesuai jadwal.

      balik modal 1,1 tahun di satu fasilitas

      Berdasarkan LBNL/ENERGY STAR, 2008

    • 5.2 Limbah B3 dan produk kedaluwarsa

      Kurangi lewat rotasi FEFO dan pemulihan pelarut, lalu kirim sisanya ke pengolah berizin dengan manifes elektronik.

      Berdasarkan Permen LHK 6/2021

    • 5.3 Residu antibiotik dan pasar Eropa

      Jaga residu di bawah target berbasis PNEC, dan hitung eksposur biaya UWWTD bila Anda memasok obat ke Uni Eropa.

      Berdasarkan WHO, 2024; Directive (EU) 2024/3019

Fase 6: Lini baru membuka kembali izin lama.

Lini steril tambahan, pabrik API, atau retrofit HVAC mengubah kapasitas, bahan baku, dan beban limbah. Lini yang dihentikan juga meninggalkan produk kedaluwarsa dan tangki pelarut yang harus dikelola sebagai B3.

Yang harus siap

    • 6.1 Perubahan izin sebelum lini baru

      Ajukan perubahan sebelum kapasitas, teknik produksi, atau bahan baku baru dipakai, karena perubahan yang tidak tercermin di izin kini bisa dikenai denda.

      Berdasarkan PP 22/2021 dan Permen LH/BPLH 6/2026

    • 6.2 Pabrik API lokal

      Bandingkan jejak karbon API lokal dengan impor, lalu siapkan AMDAL dan Pertek emisi untuk pelarut dan VOC.

    • 6.3 Penutupan lini

      Musnahkan produk kedaluwarsa lewat pengolah berizin, bersihkan tangki pelarut, dan pulihkan lahan tercemar sampai statusnya dinyatakan selesai.

      Berdasarkan Permen LHK P.101/2018

Dari gudang API sampai truk berpendingin.

Setiap unit punya kewajiban dan datanya sendiri. Buka satu per satu.

Gudang bahan dan cold storage

API, eksipien, pelarut, dan bahan kemas diterima di sini, dan sebagian besar API datang dari luar negeri.

  • Emisi
  • Limbah
  • Energi
  • K3

Yang bisa Anda kelola

  • Rotasi FEFO agar bahan tidak kedaluwarsa
  • Catat isi ulang refrigeran cold storage
  • Minta data emisi per kilogram dari pemasok API

90% bahan baku industri farmasi masih diimpor

Sumber: Kemenperin via CNBC Indonesia, 2026

Produksi solid dan steril

Bahan ditimbang, digranulasi, dikeringkan, dan dikempa menjadi tablet, sementara sediaan steril diisi secara aseptik di ruang kelas A dan B.

  • Energi
  • Air
  • Limbah
  • K3

Yang bisa Anda kelola

  • Catat listrik dryer dan mesin per batch
  • Kelola filter HEPA bekas sebagai limbah B3
  • Validasi pembersihan yang hemat air dan deterjen

±15% energi fasilitas dipakai formulasi dan pengemasan

Sumber: LBNL/ENERGY STAR, 2008

HVAC dan utilitas

AHU menjaga pertukaran udara dan tekanan cleanroom, sementara RO, distilasi, boiler, dan chiller memasok air murni, uap, dan dingin.

  • Energi
  • Emisi
  • Air

Yang bisa Anda kelola

  • Setback HVAC di luar jam produksi
  • Pakai ulang reject RO untuk kebutuhan non-kontak
  • Deteksi kebocoran refrigeran chiller sejak dini

±65% energi fasilitas farmasi dipakai HVAC

Sumber: LBNL/ENERGY STAR, 2008

Pengemasan

Produk dikemas dalam blister PVC-aluminium, botol, dan karton, lalu reject kemasan dan sisa foil keluar dari lini.

  • Limbah
  • Energi

Yang bisa Anda kelola

  • Catat tonase kemasan per jenis
  • Pisahkan reject kemasan dari limbah B3
  • Kaji pengganti blister yang sulit didaur ulang

Laboratorium QC

Uji HPLC, GC, mikrobiologi, dan stabilitas menghasilkan pelarut bekas, reagen, media terkontaminasi, dan sampel kedaluwarsa.

  • Limbah
  • Energi
  • K3

Yang bisa Anda kelola

  • Pisahkan limbah B3 laboratorium per jenis
  • Autoklaf media mikrobiologi sebelum dibuang
  • Ganti fume hood ke sistem VAV

Hingga 70% hemat energi fume hood VAV di satu fasilitas riset

Sumber: LBNL/ENERGY STAR, 2008

IPAL dan TPS B3

Air limbah diekualisasi, diolah biologis, lalu dipoles dengan ozon atau karbon aktif, sementara TPS B3 mengirim limbah ke pengolah berizin.

  • Air
  • Limbah
  • Masyarakat

Yang bisa Anda kelola

  • Sampling residu antibiotik per lini secara berkala
  • Laporkan neraca limbah B3 tiap semester
  • Uji karakteristik lumpur IPAL sebelum diklasifikasi

0,05 µg/L target default antibiotik di efluen

Sumber: AMR Industry Alliance, 2022

Gudang produk jadi dan distribusi

Produk jadi dikirim pada 2–8 °C atau suhu ruang ke distributor dan fasilitas kesehatan, dan produk kembali serta kedaluwarsa masuk lagi.

  • Energi
  • Emisi
  • Limbah

Yang bisa Anda kelola

  • Simpan data suhu setiap pengiriman
  • Hitung emisi armada dan transporter per ton-km
  • Kembalikan produk kedaluwarsa sebagai limbah B3 bermanifes

R&D dan formulasi

Formulasi baru, pemilihan pelarut, dan pengembangan API lokal menentukan jejak karbon dan limbah B3 produk bertahun-tahun ke depan.

  • Emisi
  • Limbah
  • Energi

Yang bisa Anda kelola

  • Bandingkan LCA tiap alternatif formulasi dan pemasok
  • Pilih pelarut rendah bahaya sejak skala lab
  • Ukur konsumsi fume hood dan stability chamber

±30% energi fasilitas farmasi terpakai di area R&D

Sumber: LBNL/ENERGY STAR, 2008

Warga dan tenaga kerja

Pekerja tetap dan kontrak bekerja di produksi, gudang, dan kebersihan, sementara warga sekitar merasakan bau, lalu lintas, dan risiko pelarut.

  • Masyarakat
  • K3

Yang bisa Anda kelola

  • Pantau paparan zat aktif dan kesehatan pekerja
  • Catat dan jawab setiap pengaduan warga
  • Ukur program kesehatan masyarakat dengan SROI

319.382 kasus kecelakaan kerja tercatat secara nasional sepanjang 2025

Sumber: Kemnaker via GoodStats, 2026

1 / 9

Ilustrasi fasilitas tipikal; bukan gambar lokasi tertentu.

Dari sub-meter AHU sampai laporan PSPK.

Tanpa satu sumber, tim engineering, HSE, dan sustainability menyusun angka energi, limbah, dan efluen di spreadsheet yang berbeda setiap tahun. Ailesh+ menyatukannya: sub-meter dan sensor IoT mengisi Energy+, data refrigeran dan pemasok API masuk Carbon+, serta limbah B3 dan air tercatat di Waste+. PROPER+ dan ESG+ lalu menyusun laporan PROPER dan PSPK dari sumber yang sama.

Di fase mana pabrik Anda?

Ceritakan fasenya, dari memilih tapak sampai menyiapkan lini baru. Kami petakan meter, dokumen, dan data yang harus siap.